Dear everyone,
How’s everything going? I hope you guys are doing fine.
Saya akan cerita tentang 3 bulan pertama saya, di sini…… Di dunia The Sims.
September 2010 akhirnya saya sampai ke Amerika. Yup, just like what I always dream of - get myself OUT of the jammed Jakarta, sambil bawa misi perdamaian dunia. Wussssss.
Setelah hours of flight, ketemu Gana Adi saat transit di Tokyo (sungguh mengharukan), ditahan imigrasi di Minneapolis, I finally arrived in Chicago on August 29. I stayed for 3 days for AFS orientation. It was fun, and turned out I was so lucky. It’s far away from where I live now and I don’t think i’m going to have a chance to visit Chicago again.

(Caption: Chicago!!!!!)
Dari Chicago, saya terbang ke Ronald Reagan Airport, Washington D.C. Turned out I am going to live in Arlington, Virginia. Arlington dan Washington DC dipisahkan sama Potomac River. Dari rumah saya ke White House makan waktu kira-kira 20 menit naik Metro (subway nya Metropolitan Area Washington DC).
Arlington is physically small - it is one of the smallest county in the U.S, but it is highly populated. Since it’s so close to DC, lots of people in Arlington work for the Federal Government. Di sini asri banget (well, I really couldn’t find any better word for this). Lingkungannya enak untuk jalan kaki, aman, tentram, damai. Banya lapangan terbuka. Bahkan di depan rumah saya masih ada semacam hutan kota yang rural gitu, dan seringkali ada Rusa yang lewat-lewat. Tapi yang selalu banyak dan ada dimana-mana, yang pasti Squirrel. Hahaha.

(Caption : Fall in Arlington!)
Washington DC sendiri kotanya sangat formal. Mungkin jadi terlihat kaku dan “keras” karena banyak kantor federal government. Di sini juga ngga banyak gedung-gedung tinggi seperti yang saya lihat di Chicago. Gedung-gedung di sini ngga boleh ada yang lebih tinggi dari Washington National Monument. Yang paling seru dari Washington DC menurut saya itu Smithsonian Museums. Smithsonian itu semacam institusi dan mereka mengelola BELASAN museum yang KEREN BANGET. dan yang lebih serunya lagi, masuk museum nya GRATIS! museum favorit saya yang pasti National Air and Space Museum.

(Caption: White House Press Room)

(Caption: Front entrance of white house)

(Caption: Washington Monument! Almost made it! Haha!)

(Caption : With fellow Indonesian, Komodo Dragon, at Smithsonian Zoo, Washington, D.C.)

(Caption : Air and Space Museum, Washington D.C. I believe this musuem is the world’s coolest free-entrance museum)
I go to H-B Woodlawn Secondary Program. Yes. It’s not a school — it’s a program. It works basically the same as school except it gives us WAY more freedom to be what we want to do and want to be, in addition to running the program based on self-responsibility of each students. Intinya, sekolah ini BEBAS banget, dan cukup HIPPIE, bahkan untuk orang-orang Amerika. Students call teachers and staffs by their first names. Most teachers allow students to eat, to drink, and to use cell phones during classes. Teachers have comfy couches, microwaves, pantry, mugs, plates, silverwares, even sink in their rooms. There is no bell ringing every period, and teachers welcome coming late students happily.

(Caption: Fall Formal Dinner. Fall formal is a school dance. Instead of homecoming, my atypical school, which also does not have any sport teams, held this dance.)

(Caption: This photo is taken during Turkey Bowl. Turkey Bowl is games between grades. Each grade makes its own uniform. It is a yearly thing on the last day before Thanksgiving Break)

(Caption : The most interesting class I take, AP US Government.)
Saya tinggal sama Keluarga Miller. Dan mereka adalah :
Mom (Adele),
Dad (Jim),
Zoe (senior in high school),
Colin (sophomore),
Luke (8th grade, both the boys going to the same school as I do),
and Adrienne (5th grade).
Their oldest daughter, Allison, is in college (and I am occupying her room right now. haha).
Oh, I almost forgot these 2 other Millers :
Venus ( a sad-looking yellow lab) and Bear (big, manly bone head).

(Caption: Super Venus!!!! By the way, Bear has refuse his picture to be taken since he’s kinda AFRAID of camera’s flashlight! Such a dog.)
Mom is a full-time Mom (kebayang dong, anaknya ada 5) and Dad works for the Department of Defense. Punya 5 anak di Amerika emang ngga wajar, karena itu juga kita tinggal di rumah yang besar dan ga wajar di bagian utara Arlington.
Keluarga saya ini sports spectator banget. Setiap malam selalu ada acara olah raga yang ditonton. Semua orang (termasuk MOM dan agak kecuali Adrienne, mungkin karena masih kecil dan ngga begitu peduli) NGERTI aturan-aturan aneh dalam semua olah raga.
Mom, Zoe, dan Adrienne suka masak dan baking. Saya ngga bisa masak sama sekali. Pertama datang lanhgsung ditodong suruh masak masakan Indonesia. Saya bingung…. Chopping onions aja belepotan… Hahaha…..

(Caption: The Millers! Back left to right : Colin, Dad, Nisa, Zoe. Front left to right : Luke, Adrienne, Mom. (and look who’s on my shirt! :p))
23 hari pertama saya di Arlington, saya tinggal sama Keluarga Schwartz. David, Ruth, Rachel, dan Pepsi (a fat/muscular cat). Mereka daftarin saya sekolah, antarin saya ke tempat imunisasi, and what not… Memulai kehidupan saya di dunia The Sims

(caption: host unk, host aunt, host cousin)
Dan yang tentunya menarik, saya sekarang jadi punya banyak teman dari berbagai macam negara dari chapter AFS saya. Lumayan, bisa praktek-in bahasa-bahasa yang saya pelajari sedikit-sedikit semua.

(Caption : Best friend Yannick)

(Caption: best friend sarah)
3 bulan pertama di sini emang ga gampang. I had a harsh time at school. I found it very hard to be heard by people - let alone making friends. I got frustrated lots of time. Dan makin terasa sulit juga pas cerita-cerita sama teman-teman siswa AFS lain yang kedengarannya udah pada bahagia banget dan punya banyak teman di tempat masing-masing, sedangkan saya…. huhuhu
Fortunately, I got like the most awesome family in the world. Mereka selalu support, coba bantu, dan lain-lain sebagainya. Terutama Mom dan Zoe, mereka selalu mau saya curhat-in tentang kehidupan sekolah yang sangat melelahkan, emotionally. Saya juga sangat dekat sama Liason AFS saya, Miriam. Saya cerita banyak hal ke dia dan dia juga bantu banyak, dan ceirta pengalaman dia pas jadi siswa AFS dulu. Dan cerita teman-teman siswa AFS lain ujungnya pun jadi cambuk buat saya untuk usaha lebih keras untuk bisa masuk ke pergaulan di sekolah. Saya dapat banyak teman dari Astronomy Club di sekolah, Yang seru, saya masuk Ultimate team di sekolah (silakan di google : “Ultimate Frisbee”) yang merupakan satu-satu nya tim olah raga di sekolah saya, dan itu cukup membantu untuk bisa lebih banyak ngobrol sama teman-teman di sini.

(Caption: With Mom at the baseball game)

(Caption : With liaison Miriam)

(Caption : With Dad and Adrienne on our trip to Bethany Beach, Delaware. Sumpah, pantainya ngga ada apa-apanya kalo dibandingin sama Kuta!)
Pindah host family juga salah satu saat-saat terberat dari 3 bulan pertama saya. I literally cried myself to sleep in my first nights di rumah host family saya yang sekarang ini. Untungnya waktu itu saya cuma sedih aja karena udah nyaman sama keluarga Schwartz. Sekarang jadi malah senang banget. Saya masih sering ke rumah host family saya yang lama untuk dinner, ngobrol-ngobrol, curhat, bahkan numpang shalat. Berasa punya 2 rumah, 2 keluarga. Berasa punya extended family di Arlington.

(Caption : This picture is taken by my Dad during my birthday dinner. My mom invited my former host family to the dinner. It really was feel like having Uncle and Aunt and Cousin)
Dan kalo saat-saat senangnya…… BANYAK BANGET! Hahaha…. Banyak banget hal-hal baru yang seru yang saya lakukan.
Saya nonton pro baseball game (and became a huge fan of “ADAM DUNN”! —>silakan di google), saya juga udah sempat ke New York City, first Halloween, first Thanksgiving, first American School dance, sampe ketemu ANDREA HIRATA! wuhaaaa!

(Caption : Halloween Party! I was a clown!)

(Caption : With Zoe and Andrea Hirata at “Laskar Pelangi” Movie Screening at Freer Gallery of Art, Washington, D.C.)

(Caption: broadway! New York City!)
Aku juga sempat ngerasain puasa di sini. Enak karena sahur nya jauh lebih siang (waktu bulan september itu sekitar jam 5an kalo ngga salah) tapi Maghrib nya juga lebih malam. Hahaha. Yang ngga enak itu Idul Fitri. Pas idul Fitri aku baru sekitar 1 minggu di sini dan belum tau banyak, bahkan belum kenal sama Dee (a.k.a Ummi, teman YES yang dari Jogja yang kebetulan satu chapter AFS sama aku). Jadi shalat Idul Fitri nya di Masjid dekat rumah gitu. Dan habis shalat, langsung balik ke sekolah. (sedih juga, membandingkan sama Idul Fitri di Jakarta). Padahal, denger kabar yang shalat di Kedutaan Indonesia, BANYAK BANGET makanan Indonesia disajikan. Huhuhu. Pas Shalat idul Adha saya udah lebih pinter dan akhirnya shalat di Islamic Center di Washington DC (sedihnya, kedutaan Indonesia ngga ngadain shalat Idul Adha, jadi ngga bisa ngarep ketupat atau opor ayam, huhuhu)

(Caption : With Dee a.k.a. Ummi.)
Saya bingung mau nutup Newsletter ini gimana caranya. Di satu sisi, banyak banget hal yang mau saya ceritain, tapi saya juga tau ngga akan bisa saya ceritain dengan baik semuanya di Newsletter ini.
Tapi semua tau game The Sims kan? Pasti dong.. Dan hidup saya di sini mirip sama dunia the sims! Haha.
Saya sampai sekarang pun masih suka ngerasa sulit di sekolah. Dan lebih sulit lagi untuk ngga ngebandingin kehidupan saya sama kehidupan teman-teman siswa AFS lain. Tapi saya yakin, Tuhan Maha Adil dan semua orang pasti punya obstacle nya masing-masing, dan karena itu juga pengalaman yang kita rasain bakal berbeda. Dan satu hal yang Mom selalu bilang kalo saya ngeluh tentang hal ini,
”You’re not good at comparing. So, don’t compare.”
Haha.

(Caption: Random. Fall hiking trip at Shenandoah, Virginia.)
Kalo ditanya target ke depannya….
Well, sekarang ini saya lagi seru-seru nya main basket, dan 2 bulan lagi season basket udah habis, dan mulai masuk musim olahraga spring, dan sepertinya saya akan coba main olah raga lain (entah ultimate atau soccer)
Saya juga lagi berusaha cari informasi college sebanyak-banyaknya. Saya senang banget tinggal di sini dan mau balik lagi kesini setelah lulus SMA nanti. Makanya sekarang berusaha untuk cari kuliah di sini.
Dan seengganya 2 hal itu yang akan saya ceritain di Newsletter berikutnya.
Keep the faith up, and drive safely.
Love,

Nisa Usman